Menu Close

Menebar Api Pengharapan Hidup

PW Santo Pius X, Paus

Jumat, 21 Agustus 2026

​📙 Bacaan I: Yehezkiel 34:1-11

📙 Mazmur Tanggapan: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6

📙 Bait Pengantar Injil: Mazmur 25:5c.10

📙 Bacaan Injil: Matius 22:34-40

​”Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.”

(lh. Mazmur 25:5)

​Saudaraku yang terkasih,

Salam jumpa kembali dalam kasih Tuhan yang senantiasa menuntun dan memperbarui hidup kita.

Saudaraku,

​Panggilan perutusan kita di dunia ini lahir dari belas kasih Allah demi keselamatan sesama. Melalui Nabi Yehezkiel, Allah menegur keras para pemimpin yang hanya mementingkan diri sendiri dan membiarkan umat-Nya terlunta-lunta. Allah tidak tinggal diam; Dia sendiri berkenan hadir sebagai Gembala Baik yang mencari, menyembuhkan, dan mengumpulkan kembali domba-domba-Nya yang tersirat dan kehilangan harapan.

​Tugas pelayanan tentu tidak pernah mudah. Namun, ketika ketaatan kita ditopang oleh belas kasih Allah, semangat pelayanan itu akan terus berkobar. Inilah wujud nyata dari hukum terunggul yang diajarkan Yesus dalam Injil hari ini: mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kita tidak boleh merasa puas hanya dengan menjalankan rutinitas kewajiban agama, jika hati kita masih tertutup bagi jeritan sesama.

​Di sekitar kita, ketidakadilan masih kerap terjadi, suara kebenaran makin redup, beban ekonomi terasa kian berat, dan banyak jiwa mulai kehilangan harapan. Namun, Sabda Tuhan hari ini meneguhkan kita untuk tidak pernah berhenti membawa pengharapan. Jiwa-jiwa yang letih membutuhkan penguatan nyata agar semangat mereka yang redup dapat kembali menyala.

​Langkah kecil yang dilandasi kasih selalu membawa dampak besar. Kita tentu ingat ketika gempa bumi melanda Yogyakarta; semangat “Yogya Bangkit” digaungkan di mana-mana. Bencana tidak dibiarkan menghentikan langkah. Anak-anak dikumpulkan, dihibur, dan diberi ruang untuk tersenyum kembali. Semangat solidaritas itu membuktikan bahwa harapan selalu bisa dihidupkan di atas puing-puing duka.

​Semangat penggembalaan ini pula yang dihidupi oleh Santo Pius X. Paus asal Italia ini menuntun iman umat dengan kasih seorang gembala, memperbarui liturgi, mendekatkan umat pada Sakramen Ekaristi sejak usia muda, serta menguatkan Gereja di tengah arus zaman yang penuh tantangan.

​Saudaraku,

Di hadapan kita, terbentang luas peluang untuk membangkitkan jiwa-jiwa yang rindu akan kasih Tuhan. 

Marilah kita menjadi pembawa api pengharapan dan saluran belas kasih-Nya bagi sesama. 

Mohonlah agar Tuhan senantiasa menunjukkan jalan-jalan-Nya yang kudus dalam setiap perutusan hidup kita.

​Semoga nama Tuhan semakin dimuliakan, kini dan sepanjang masa. Amin.

Marilah berdoa.

Bapa Surgawi, terimakasih untuk berlimpah dalam hidup ini, bukalah mata hati kami untuk selalu membangkitkan semangat api pengharapan. Biarlah langkah kecil kami memulihkan jiwa-jiwa yang akan akan sentuhan KasihMu, sekarang dan sampai selamanya. Amin

🙏📙✝️⭐💓💓🙏🙏

LeoPakadanh/YgY/210826

Santo Pius X, Doakanlah kami.

” Buah selasih di atas nampan,

Bawa ke dapur untuk diolah.

Mari tebarkan benih pengharapan,

Wujud kasih pada sesama dan Allah”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *