Menu Close

Mahkota Pembawa Keselamatan

PW Santa Perawan Maria, Ratu

Sabtu, 22 Agustus 2026

​📙 Yehezkiel 43:1-7a

📙 Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14

📙 BPI Matius 23:9a.10b

📙 Injil Matius 23:1-12

​“Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”

(Mat 23:11)

​Salam jumpa dalam kasih Tuhan yang melayani dengan kerendahan hati.

​Saudaraku yang terkasih,

Mengenal dan memahami kehendak Tuhan menuntut keberanian kita untuk terus belajar menjadi pribadi yang rendah hati. 

Sabda Yesus hari ini terasa begitu radikal: “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”

​Prinsip ini berbanding terbalik dengan logika dunia. 

Dunia kerap mengajarkan kita untuk mengejar kedudukan demi menguasai, melayani diri sendiri, dan menuntut penghormatan dari yang kecil serta lemah. 

Di tengah hiruk-pikuk ambisi duniawi itu, Yesus menyapa kita dengan lembut. 

Ia mengingatkan bahwa makin tinggi tempat kita berdiri, makin besar pula panggilan kita untuk membungkuk dan melayani.

​Tepat delapan hari setelah Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Gereja mengajak kita memandang Bunda Maria sebagai Ratu. Namun, “keratuan” Maria sama sekali tidak berbau kekuasaan duniawi. Keratuan Bunda Maria lahir dari kerendahan hatinya yang utuh sebagai hamba Allah yang setia. 

Lewat penyerahan dirinya, Fiat voluntas tua (Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu), ia membuka ruang seluas-luasnya bagi kemuliaan Allah. 

Bahkan, seluruh kehidupannya selalu mengarah pada Sang Putra. Seperti pesannya di pesta pernikahan Kana: “Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, buatlah itu!”

​Kerendahan hati Bunda 

Maria adalah cermin dari Kristus sendiri. Yesus tidak datang sebagai raja duniawi yang menuntut dilayani, melainkan sebagai hamba yang lembut, penuh belas kasih, dan setia menjalankan misi Bapa.

​Nabi Yehezkiel bernubuat bahwa kemuliaan Tuhan akan kembali memenuhi Bait Suci setelah sekian lama redup akibat pembuangan. 

Hari ini, Bait Suci itu adalah hati kita. Allah merindukan hati yang rendah hati, hati yang tidak dipenuhi oleh kesombongan seperti kaum Farisi dan ahli Taurat yang hanya mengejar pujian, penghormatan, dan beban bagi orang lain. 

Hati yang rendah hatilah yang akan disinari oleh belas kasih dan kemuliaan-Nya.

​Bunda Maria telah menunjukkan jalannya: membuka hati agar Allah yang meraja.

Makna peringatan hari ini memanggil kita untuk melakukan hal yang sama, berani setia, tulus melayani, dan makin mengasihi mereka yang kecil, lemah, dan tersingkir.

​Jika hari ini Sabda-Nya menyapa hatimu, janganlah berkeras hati. Bukalah pintunya lebar-lebar. Biarkan Allah meraja dan mengarahkan hidupmu, agar kelak kita pun layak dibagikan sukacita abadi bersama Bunda Maria dalam Kerajaan-Nya.

​Tuhan memberkati. Amin.

Marilah berdoa.

Lihatlah hati hambaMu ya Allahku, kami datang menyerahkan seluruh hidup. Gunakanlah sesuai rencana dan kehendakMu semata sehingga kami selalu bersukacita berkat keselamatan dari padaMu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin✝️✝️📙💓💓⭐⭐⭐

LeoPakadang/YgY/220826

Santa Maria, Ratu Surgawi Doakanlah kami✝️✝️✝️

” Melati mekar di taman bunda,

Harum semerbak di pagi hari.

Mari melayani sesama kita,

Tulus ikhlas tanpa pamrih diri”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *