Menu Close

Merdeka untuk Keadilan

Hari Biasa Dalam Pekan Biasa XX

Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026

​📙 Sirakh 10:1-8

📙 Mazmur 101:1a.2ac.3a.6-7

📙 1 Petrus 2:13-17

📙 BPI Matius 22:21

📙 Injil Matius 22:15-21

​”Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.” (1 Petrus 2:16)

​Saudaraku yang terkasih,

Salam jumpa kembali dalam kasih Tuhan yang memerdekakan.

​Merdeka!

Hari ini kita mensyukuri kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Usia yang bagi manusia sudah memasuki masa lanjut. Delapan puluh satu tahun kita menikmati kemerdekaan untuk mengelola bangsa sendiri, demi satu tujuan mulia: membahagiakan dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

​Apakah semuanya sudah terwujud, ataukah masih dalam tahap pengharapan?

​Ketika bersepakat untuk merdeka dan bersatu lepas dari penjajahan, seluruh rakyat Indonesia sesungguhnya menyerahkan sebagian haknya demi kesejahteraan bersama yang dikelola oleh pemerintah. 

Maka, yang tetap melekat pada diri kita adalah kewajiban moral dan konstitusional untuk mendukung pencapaian cita-cita bersama tersebut. 

Sementara itu, pemerintah yang berdaulat mengemban tugas suci untuk mewujudkan kesejahteraan itu dengan rancangan terbaik.

​Hari ini Tuhan Yesus bersabda, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.” Sabda ini menegaskan komitmen ganda kita: sebagai warga negara yang taat, sekaligus sebagai anak-anak Allah, warga Kerajaan Surga.

​Sebagai warga negara yang baik, kita tidak boleh melepaskan identitas surgawi kita. Kita dipanggil untuk terus menjaga keadilan, kesetaraan, dan kebenaran demi kebaikan sesama. 

Kemerdekaan anugerah Tuhan ini ada untuk menghormati martabat kemanusiaan secara utuh.

​Rasul Petrus mengingatkan agar kemerdekaan yang kita miliki dipergunakan demi kebaikan bersama, bukan disalahgunakan untuk menyelubungi kejahatan atau merampas hak sesama. Setiap warga negara memang diberi kemerdekaan untuk mencari nafkah, tetapi bukan melalui jalan yang menyimpang seperti korupsi atau merugikan orang lain demi keuntungan pribadi.

​Dalam peringatan Hari Kemerdekaan negeri tercinta ini, marilah kita memurnikan kembali niat untuk hidup bersama secara adil dan beradab. Semoga Tuhan memelihara niat baik kita demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

​Merdeka! Sekali merdeka tetap merdeka.

Marilah berdoa.

Bapa Surgawi, terimakasih anugerah kemerdekaan bagi warga Imdonesia. Jadikanlah kami hidup sebagai warga surgawi dalam negeri terkasih ini dengan menyebarkan kasih dan berkatMu bagi sesama kami.

Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

🙏👍💓⭐✝️✝️🙏

” Merah putih berkibar megah,
Tampak indah di atas menara.
Taat pada bangsa pantang menyerah,
Setia pada Tuhan pembebas jiwa”.

Renungan oleh : Leo Pakadang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *