Pentingnya Peran Ayah dalam Perkembangan Religiusitas Anak

8 Juli 2024 oleh Athanasia Dianri Susetiya Putri, M.Psi., Psikolog

Editor: Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto, Pr.

Tanggal 23 Juni lalu kita memperingati Hari Anak Nasional. Berbicara soal anak, tentunya erat kaitannya dengan pola pengasuhan. Pola asuh yang tepat sangat diperlukan karena mendukung tumbuh kembang anak yang meliputi kemampuan berbicara dan berbahasa, keterampilan sosial seperti menjalin relasi dengan teman sebaya, kemampuan mengelola emosi, kemampuan mempertahankan atensi, kemampuan pemecahan masalah, dan kesehatan fisik. Lingkungan yang aman dan penuh kasih akan mendorong kemampuan anak untuk berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang diajarkan.

Pola asuh sendiri memiliki tiga komponen penting. Komponen pertama adalah perlindungan terhadap anak dari segala hal yang membahayakan dan mendukung kesehatan fisik maupun emosional anak. Komponen berikutnya meliputi lingkungan yang aman bagi anak untuk beraktivitas. Komponen yang terakhir adalah optimalisasi potensi anak dan memaksimalkan kesempatan bagi anak untuk menerapkan potensinya.

Dalam hal pengasuhan, idealnya, ayah dan ibu memiliki keterlibatan yang seimbang karena keduanya memiliki karakteristik pengasuhan yang berbeda. Ibu cenderung menekankan kelembutan dan kepedulian sementara ayah cenderung menekankan perlindungan dan rasa aman. Selain itu, ibu cenderung berperan sebagai sosok yang mengasuhsementara ayah cenderung berperan sebagai sosok pelindung dan teman bermain. Permainan-permainan yang dimainkan bersama ayah akan menumbuhkan rasa penasaran anak serta mendukung anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan berani menghadapi tantangan. Dalam hal interaksi, ibu cenderung menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan emosi atau perasaan sehingga dapat mendorong anak memahami sisi emosionalnya. Sementara itu, dalam hal interaksi, ayah cenderung melibatkan logika berpikir, misalnya hukum sebab-akibat sehingga mendorong perkembangan bahasa dan pola pikir anak.

Uraian di atas menggambarkan betapa pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak. Begitu pula dalam hal religi, anak mengenal konsep Tuhan melalui ayah. Dengan kata lain, sosok ayah menjadi representasi Tuhan di mata anak. Selain itu, temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keterlibatan aktif ayah dalam kegiatan Gereja akan mendorong anak untuk juga kelak terlibat aktif dalam kehidupan Gereja. Hal ini dapat terjadi karena anak cenderung menyukai dan melakukan apa yang disukai dan dilakukan oleh orangtuanya.

Bertolak dari pemaparan di atas, tampak bahwa ayah memiliki peran yang besar tak hanya terhadap tumbuh kembang anak, namun juga kehidupan religiusitas anak, terlebih anak mengenal Tuhan melalui sosok ayah di matanya. Mari kita jadikan Hari Anak Nasional sebagai moment perenungan apakah kita sudah memberikan pengasuhan yang tepat pada anak-anak kita yang dapat mendekatkannya pada Allah Tuhan kita. Semoga Roh Kudus senantiasa memampukan kita dalam mendidik dan membimbing anak-anak kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Referensi:

Sumber gambar:

Tentang Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2024
Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Pringgolayan