
Paus Fransiskus memberikan pesan Natal bagi seluruh umat Katolik di dunia.
Pesan Natal ini juga sebagai bentuk peringatan akan makna Natal sesungguhnya bagi umat kristiani, sebelum perayaan Natal.
Paus menekankan bahwa Natal tak hanya tentang bertukar hadiah dan memanjakan diri dengan pesta besar-besaran yang mengarah pada daya konsumtif umat yang tinggi.
Bapa Suci meminta umat beriman untuk mengingat kembali tujuan utama umat Katolik menandai kelahiran Kristus.
“Iklan memperlihatkan kepada kita untuk bertukar kado yang banyak sebagai yang memberi kita kejutan. Tetapi apakah perayaan semacam itu diinginkan Tuhan?” ujarnya pada 19/12/2018 lalu.
Seharusnya, perayaan Natal bukan melulu soal pemberian kado Natal yang mahal atau kado yang mewah, tapi ini soal bagaimana kita menjadi seperti Yesus yang datang dalam kesederhanaan.
“Untuk merayakan Natal, berarti menjadi seperti Yesus, yang datang kepada kita dalam kebutuhan kita. Berarti merendahkan diri kita bagi mereka yang membutuhkan”, kata Paus asal Argentina itu.
Perayaan Natal ini dimanfaatkan umat Katolik sebagai momen untuk mendengarkan suara Tuhan dalam keheningan.
“Natal adalah memilih suara Tuhan yang hening daripada suara konsumerisme. Jika kita bisa diam layaknya di depan buaian, maka Natal akan menjadi kejutan bagi kita, bukan sesuatu yang sudah terlihat “, tuturnya.
Kebiasaan umat yang sering merayakan natal dengan bertukar kado yang kadang dinilai terlalu berlebihan, membuat Paus tak henti untuk mengingatkan bahwa Natal bukanlah sebuah acara modis.
“Tolong, jangan biarkan Natal menjadi acara modis!“
Pesan Natal ini tentunya mengingatkan kepada umat Katolik bahwa akan lebih baik jika kita berbagi dengan mereka yang kekurangan, daripada mementingkan seberapa mahal isi kado Natal.
“Ini bukan Natal, jika kita membeli hadiah tetapi kemudian lupa membantu satu pun orang miskin,” ujar Paus yang baru berulang tahun ke-84 pada 7 Desember lalu.
Sumber : asianews.it