Malam Paskah, Romo: Umat Harus Benar-benar Melaksanakan “10 Kebiasaan Orang Katolik”

PRINGGOLAYAN – Umat Katolik Paroki Pringgolayan Banguntapan Bantul memadati Gereja Santo Paulus Pringgolayan (GSPP) untuk mengikuti perayaan Malam Paskah, Sabtu (30/3/2024).

Paskah 2024 kali ini, GSPP membagi dua sesi. Misa pertama diadakan pukul 17.00 WIB dan misa kedua pukul 20.00 WIB.

Pada Malam Paskah I, misa dipimpin oleh Vikaris Paroki Yustinus Joko Wahyu Yuniarto, Pr atau Romo Yuyun.

Misa diawali dengan pemberkatan api, pemberkatan lilin Paskah dan penyalaan lilin Paskah 2024. Lilin Paskah kemudian diarak masuk ke gereja.

Dalam homilinya, Romo Yuyun mengapresiasi seluruh umat Katolik Paroki Pringgolayan yang telah mengikuti masa Pra Paskah dan Tri Hari Suci ini.

Adapun tema Pra Paskah kali ini ialah “Tinggal dalam Kristus, Bertumbuh dalam Iman dan Berbuah dalam Kesaksian”.

“Tinggal dalam Kristus artinya kita diajak untuk ‘ngoyot’ (berakar) kepada Kristus,” ujar Romo Yuyun.

“Puasa orang Katolik itu sebenarnya tidak hanya masa Pra Paskah 40 hari saja. Tetapi harus diekstensikan untuk setahun ke depan,” terang romo.

Selain itu, Romo Yuyun juga mengingatkan seluruh umat agar menjalankan 10 kebiasaan orang Katolik.

10 kebiasaan orang Katolik

  1. Berhimpun secara rutin di hari minggu ikut misa di gereja.
  2. Membaca kitab suci.
  3. Melaksanakan ibadat harian.
  4. Berdoa bersama di dalam keluarga.
  5. Berdoa secara pribadi.
  6. Terlibat kegiatan di lingkungan, wilayah dan paroki.
  7. Terlibat di dalam masyarakat.
  8. Pantang dan puasa.
  9. Pemeriksaan batin pada pukul 6.00, 12.00, 18.00 atau doa Malaikat Tuhan/Ratu Surga.
  10. Mengaku dosa dihadapan imam.

Penulis: Albertus Aditya Kurniawan (Litbang Paroki/Lingkungan SPMBG)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2024
Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Pringgolayan